Mengapa Orang Baik Sering Patah Hati?

Anda pasti pernah menemukan, atau bahkan malah merasakan sendiri, bahwasannya orang baik itu justru sering patah hati. Sering disakiti, sering dikecewakan, atau bahkan ditinggalkan, dalam kaitannya dengan hubungan asmara.

Istilah ‘baik’, memang maknanya bisa subjektif. Tetapi dalam hal ini, yang kita maksud dengan istilah orang baik, adalah orang yang tidak pernah main-main dalam urusan cinta.

Kalau sudah mencintai, maka ia akan mengasihi sepenuh hati. Ia akan memberikan perasaan serta hatinya dengan tulus dan ikhlas. Orang-orang baik inilah, yang justru sering terluka pada akhirnya.

Mengapa demikian?

Ada beberapa alasan atau penyebab, mengapa orang baik justru sering patah hati.
Pertama, adalah karena sebagai orang baik, Anda terlalu banyak berkorban. Anda terlalu ingin menyenangkan hatinya. Sehingga rela berkorban apa saja.

Semua Anda berikan, sampai pada titik dimana Anda tidak bisa lagi memberikan apa-apa. Ketika itulah, orang yang Anda sayangi justru berpaling. Anda pun merasa dikhianati.

Penyebab kedua, orang baik justru sering sakit hati, karena Anda terlalu sering mengalah. Dalam hal apapun itu. Anda lebih mengutamakan kepentingan pasangan Anda, dibandingkan kepentingan Anda sendiri.

Sepintas lalu, rasanya hal ini tidak salah. Tetapi ketika Anda sudah terlanjur sering mengalah, lama kelamaan Anda akan mulai mempertanyakan. Anda menjadi ragu, apakah cinta kepada Anda, sama besar, dengan cinta Anda kepada dia.

Jika ternyata jawabannya adalah tidak, maka itu akan membuat Anda merasa tidak dihargai lagi.


Baca Juga :


Penyebab ketiga, orang baik cenderung sering memendam perasaan. Dan itu menjadikannya kerap menjadi korban.
Anda takut akan melukai perasaan pasangan Anda, sehingga Anda cenderung lebih suka diam saja. Anda memilih untuk memendam perasaan, manakala ada yang mengganjal di hati Anda.

Anda berharap pasangan akan mengerti dengan sendirinya, tanpa Anda harus menjelaskan. Tetapi pada akhirnya hal ini malah menjadikan Anda harus menanggung dan memikirkan semuanya sendiri. Lama-lama, hati akan semakit sakit.
Selain ketiga penyebab ini, alasan lain yang menjadikan orang baik cenderung sering sakit hati, adalah karena Anda cenderung menyembunyikan kesedihan.

Bahkan ketika sedang sangat sedih sekalipun, Anda tetap berusaha untuk tersenyum. Ketika Anda sesungguhnya menghadapi masalah besar, Anda berusaha untuk tetap ceria dihadapan pasangan.

Anda tidak pernah menampakkan apapun itu yang selama ini mengganggu pikiran Anda. Semuanya Anda sembunyikan, sekalipun makin lama hal ini makin membuat dada Anda terasa sesak. Mencari jalan keluar pun jadi semakin sulit.

Kecenderungan inilah, yang kemudian menjadi salah satu alasan mengapa orang baik cenderung lebih mudah tersakiti, dan sering kali berakhir patah hati.

Anda sendiri, bagaimana? Pernah ada pengalaman tersakiti? Jika ya, kira-kira poin mana dari keempat penyebab ini yang pernah Anda rasakan? Boleh tuliskan di kolom komentar.

Dari saya cukup sekian, doa saya semoga Anda senantiasa diberikan yang terbaik, salam rahayu.

 90 total views,  2 views today

1 thought on “Mengapa Orang Baik Sering Patah Hati?”

Comments are closed.