Ini Efeknya Jika Menikah Tanpa Cinta

Kali ini, kita akan bahas soal relasi. Soal hubungan. Lebih tepatnya, hubungan rumah tangga. Jadi kita akan membahas, seputar apa saja resikonya, atau efek buruknya, bagi kita yang menikah tanpa cinta.

Tetapi sebelum itu, tentu saja perlu kita tekankan dulu dari depan, bahwa semua pernikahan, semua rumah tangga, itu akan selalu ada tantangannya. Entah rumah tangga ini didahului dengan cinta atau tidak.

Sehingga tidak lantas bisa kita katakan, bahwa menikah dengan cinta itu lebih baik daripada menikah tanpa cinta. Demikian juga sebaliknya. Menikah tanpa cinta belum tentu lebih baik daripada menikah dengan cinta.

Banyak pasangan menikah tanpa cinta, terutama di jaman dulu. Bahkan bisa jadi, orang tua atau kakek nenek Anda adalah salah satunya. Tetapi hubungan mereka tetap langgeng. Tetap bersama dan rukun sampai tua. Karena pada perjalanannya, setelah menjalani hidup bersama, cinta itu tumbuh secara perlahan.

Tentu saja, saat ini kita hidup di jaman yang berbeda. Sekarang ini perjodohan tidak lagi banyak dilakukan, karena muda-mudi sudah lihai memilah dan memilih pasangannya sendiri. Tetapi bukan berarti tidak ada, pasangan yang memutuskan untuk menikah tanpa rasa cinta.

Pertimbangan utamanya adalah, karena cinta saja tidak cukup. Jadi kedua orang ini memutuskan menikah, entah karena dorongan keluarga besar, atau karena merasa sama-sama sudah siap untuk membangun komitmen bersama. Dengan kejujuran dan keterbukaan.

Masalahnya, meskipun sudah sama-sama dewasa, sama-sama bisa berpikir panjang, tetapi yang namanya menikah tanpa cinta, ya tetap saja ada kekurangannya. Termasuk, beberapa hal yang akan saya sebutkan berikut ini.

1. Lebih Banyak Godaan

Yang pertama, adalah lebih banyak godaan. Karena pernikahan ini dilakukan secara terpaksa. Atau sekedar karena merasa sudah saling cocok, dan dikejar umur juga. Hal semacam ini akan menjadikan pasangan kerap mengalami goncangan. Bahkan di masa-masa awal pernikahan sekalipun.

Godaan terbesar, tentu saja datang dari pihak ketiga. Entah itu mantan pacar, atau orang yang baru dikenal, yang dirasa lebih cocok dan menarik. Sehingga dengan orang baru ini justru tumbuh rasa cinta.

Pernikahan yang diawali tanpa cinta, ada kalanya berakhir karena hadirnya orang ketiga, yang lebih bisa memberikan cinta dan kenyamanan. Bahkan tidak jarang, orang menjadikan hal semacam ini sebagai alasan untuk berselingkuh. Alasannya karena dulu dia menikah tanpa cinta. Jadi seakan tidak ada kewajiban baginya untuk setia. Padahal namanya komitmen, tidak semestinya seperti itu.

2. Kehidupan Rumah Tangga Terasa Hambar

Selanjutnya, resiko kedua bila kita menikah tanpa cinta, adalah kehidupan rumah tangga yang terasa hambar dan tidak bahagia.

Tentu saja, ini tidak selalu terjadi. Terutama pada kasus-kasus dimana suami dan istri, pada akhirnya mampu menumbuhkan rasa cinta dan sayang antara satu sama lain. Maka bisa jadi rumah tangganya akan jadi jauh lebih rukun, daripada mereka yang sebelum menikah sudah pacarana bertahun-tahun.

Tetapi memang tidak semua pernikahan yang diawali tanpa cinta, akan mampu menumbuhkan cinta pada perjalanannya. Ada kalanya yang terjadi hanyalah rutinitas dan kewajiban semata.

Istri sekedar melayani suami. Suami sekedar bekerja dan memberi nafkah pada istri. Kedua orang ini pun sama-sama merasakan ada yang hambar, dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Tiap hari yang dikerjakan hanyalah rutinitas, yang mana rutinitas ini dilaksanakan sebagai kewajiban semata. Akibatnya, banyak pasangan mengalami kebosanan. Ketidakbahagiaan. Ujung-ujungnya, kembali ke poin satu tadi. Yaitu godaan dari pihak luar akan menjadi sangat-sangat besar.

3. Sering Terjadi Pertengkaran

Efek buruk yang ketiga, bila kita menikah tanpa cinta, adalah seringnya pertengkaran. Ketika kita menikah dengan dan karena cinta, maka cinta itu dapat menjadi suatu bentuk kompromi. Tetapi bila kita menikah tanpa cinta, maka kompromi ini akan suluit dicapai bersama.

Masing-masing pihak, baik itu suami maupun istri, akan saling bertahan pada pendapat mereka masing-masing, saling merasa benar, tidak mau mengalah, sehingga pertengkaran pun menjadi santapan sehari-hari di rumah.

Hidup jadi tidak nyaman karena kerapnya terjadi perselisihan. Padahal, manusia jelas membutuhkan kenyamanan. Jika kenyamanan ini tidak bisa Anda dapatkan dari pasangan Anda sendiri, lantas bisa Anda dapatkan darimana lagi?

4. Anak Yang Menjadi Korban

Kemudian efek buruk yang keempat, adalah manakala pertengkaran dan ketidaknyamanan mulai terjadi, anak-anak Anda akan menjadi korbannya.

Jangan kira bahwa pernikahan tanpa cinta hanya mempengaruhi Anda berdua saja. Anak juga akan terkena dampaknya. Seringkali orang tua tidak sadar, bahwa anak-anaknya ini cerdas. Anaknya memahami dan bisa merasakan, apakah kedua orang tuanya masih saling sayang atau tidak.

Bila anak harus tumbuh di tengah keluarga yang tidak harmonis, maka ia akan tumbuh menjadi tidak bahagia, atau bahkan bersikap dingin setelah dewasa.

Diluar keempat efek buruk atau resiko ini, bisa jadi masih ada tantangan lain lagi, bagi rumah tangga yang diawali tanpa cinta. Tetapi seperti yang sudah sempat saya sampaikan di depan tadi, ini tidak lantas berarti bahwa menikah tanpa cinta itu buruk.

Karena seringkali kalaupun kita menikah dengan cinta, karena cinta, suatu saat perasaan itu bisa berubah. Kita bisa saja mencintai seseorang hari ini, dan membencinya besok pagi.

Anda sendiri, lebih pilih mana? Menikah karena cinta, atau menikah karena kecocokan, meski belum ada cinta? Boleh tuliskan jawaban Anda di kolom komentar.

Dimanapun Anda berada, bagi Anda yang telah berkeluarga, saya doakan semoga rumah tangganya senantiasa langgeng dan harmonis.

 440 total views,  2 views today