Dua Syarat Pokok Ajian Pengasihan Yang Harus Ada

Ada dua unsur pokok dalam setiap amalan. Termasuk, amalan pengasihan. Dua unsur pokok ini wajib ada, agar suatu amalan bila menunjukkan keutamaannya. Apakah dua unsur tersebut? Akan kita bahas dalam video kali ini.

Terlebih dulu, saya ucapkan salam rahayu. Dengan saya Dewi Sundari. Apa kabar Anda hari ini, semoga selalu sehat dan diberikan banyak kemudahan.

Kembali tentang aji pengasihan. Sebagaimana keilmuan spiritual yang lain, tiap ajian pelet atau ajian pengasihan, itu memiliki dua unsur pokok.

Yang pertama, adalah mantra. Dan yang kedua adalah lelaku. Dibolak balik tetap sama. Dua ini harus tetap ada.

Nah, kita mulai dari mantra dulu. Mantra dapat disamakan dengan doa, karena memang fungsinya sama. Untuk melontarkan keinginan yang hendak kita capai. Apa itu mantra? Mantra adalah perkataan, atau ucapan yang mampu mendatangkan daya gaib, untuk tujuan tertentu.

Dalam tradisi Jawa, istilah mantra ini disebut juga sebagai japa, japa mantra, kemad, pelet, aji-aji, rajah, donga, sidikara. Tiap-tiap penamaan ini dipercaya memiliki daya magis tersendiri.

Wujud mantra ada tiga. Bila berupa rangkaian kata atau pusi lisan, disebutnya japa mantra. Atau aji-aji. Atau rapal.

Bila berwujud tertulis, disebutnya rajah. Entah itu tertulis pada kain, kulit atau kertas.
Sedangkan bila mantra tertanam pada benda, maka disebutnya jimat.

Itu tentang mantra.

Sedangkan lelaku, adalah bagian dari amalan yang melibatkan tindakan. Tradisi Jawa sendiri mengenal banyak lelaku. Baik yang berupa puasa, maupun semedi. Kalau berupa puasa yang mirip puasa Ramadhan, tidak makan dan minum dari subuh hingga petang, disebutnya puasa biasa.

Tetapi selain puasa biasa ini, ada juga yang disebut puasa mutih. Puasa ngepel. Puasa ngrowot. Puasa ngalong. Puasa ngebleng. Puasa nglowong. Dan yang seringkali dianggap paling berat, adalah puasa pati geni.

Sedangkan lelaku yang berupa tapa, atau semedi, antara lain ada tapa kungkum, tapa pendem, dan tapa ngedan.

Tiap-tiap lelaku ini dipersyaratkan, tergantung ajiannya. Serta tergantung pihak yang menurunkan atau mengajarkan ilmu tersebut.

Nah, dengan begini Anda tidak perlu heran lagi bila lain kali dipersyaratkan lelaku tertentu. Karena lelaku adalah bagian dari suatu ajian. Yang bila Anda bersungguh-sungguh, maka pasti akan terasa sangat ringan untuk dijalankan.

Sekian dari saya, semoga bahasan ini bisa memberikan sedikit wawasan untuk Anda.

 631 total views,  2 views today