Bolehkah Menikah Melangkahi Kakak Kandung?

Pernikahan, memang merupakan suatu kabar baik. Apalagi bila sudah sama-sama dewasa dan siap berumah tangga, maka niat untuk menikah sudah sewajarnya didukung oleh kedua belah pihak keluarga.

Tetapi ada situasi dimana menikah justru pantang dilakukan, yaitu ketika Anda menikah lebih dulu, sebelum kakak kandung Anda. Melangkahi, istilahnya. Terlebih lagi bila yang dilangkahi ini adalah kakak kandung perempuan. Sebagian besar orang Jawa masih menganggapnya sebagai sesuatu yang tabu untuk dilakukan. Mengapa demikian? Akan kita bahas dalam pada kesempatan kali ini.

Bagi Anda yang kebetulan berlatar belakang Jawa, lahir dan besar di keluarga yang masih tradisional, pasti sudah pernah mendengar tentang pantangan menikah yang satu ini. Yaitu pantang menikah lebih dulu, bila di keluarga Anda masih ada  saudara kandung perempuan, yang lebih tua, dan belum menikah.

Mengapa seperti itu? Karena dipercaya, bahwa bila seorang perempuan terlanjur dilangkahi oleh adiknya, maka akan sulit bagi perempuan ini untuk menemukan jodoh.

Itulah mengapa, bila ada seorang adik yang sengaja melangkahi kakak perempuannya, alias menikah lebih dulu, pikiran banyak orang cenderung negatif. Ini adiknya kurang sopan, atau bagaimana? Masa tidak memikirkan nasib kakaknya? Atau jangan-jangan si calon mempelai wanita sudah hamil duluan? Makanya buru-buru menikah sampai tega melangkahi kakak sendiri.

Tentu saja yang menjadi perhatian kita dalam hal ini, bukan omongan orang. Namanya orang ngomong ya memang semaunya. Yang perlu menjadi perhatian kita, adalah bagaimana seorang perempuan bisa ikhlas, rela dilangkahi, tanpa khawatir akan sulit menemukan suami.


Baca Juga :


Selain dipercaya menjadikan sang kakak sulit jodoh, si adik yang melangkahi kakaknya ini, juga diyakini bakal bercerai. Tidak langgeng rumah tangganya. Nah, supaya tidak terjadi seperti itu bagaimana?

Ada dua hal yang perlu kita lakukan. Pertama adalah prosesi dengan janur kuning, sedangkan yang kedua adalah pemberian tanda mata.

Prosesi dengan janur kuning ini dimaksudkan sebagai semacam pelancar jodoh bagi sang kakak yang dilangkahi. Caranya adalah dengan menggigit janur sebanyak tiga kali, kemudian oleh sang ibu janur tersebut dilecutkan pada si kakak sebanyak tiga kali juga. Setelah itu janur disimpan di kolong tempat tidur si kakak, agar jodohnya lekas datang.

Sedangkan hal kedua yang perlu dilakukan adalah pemberian tanda mata. Orang Jawa menganggap ini wajib hukumnya, paling tidak adalah sebagai penghormatan dari adik, terhadap sang kakak yang sudah rela didahului.
Tanda mata ini berupa apa? Beda-beda.

Di beberapa daerah, tanda mata ini diberikan mengikuti apa keinginan sang kakak. Sedangkan di daerah lain, ada juga yang mempersyaratkan, bahwa apa yang diberikan pada sang kakak, harus sama dengan apa yang diberikan sang adik kepada calon mempelainya.

Kalau calon mempelai dapat baju sepatu seperangkat, ya itu jugalah yang harus diberikan pada sang kakak. Bahkan seringkali mereknya harus sama juga.

Selain tanda mata dan prosesi dengan janur kuning, simbol penghormatan juga dapat dilakukan dengan melakukan tumpengan nasi putih. Tumpeng ini baiknya dilengkapi dengan ayam ingkung. Ingkung, seperti namanya, bermakna linangkung. Maksudnya adalah agar sang kakak yang dilangkahi kelak menjadi orang terpandang.

Lebih bagus lagi kalau tumpengnya juga ditambah semangkok kembang telon. Tetapi seperti yang saya katakan tadi, beda daerah biasanya beda cara. Kalau di daerah Anda ini, upaya langkahan nikah ini, biasanya dilakukan dengan cara bagaimana? Boleh ceritakan di kolom komentar.

 224 total views,  2 views today